Ingin Berlibur dengan Biaya Murah? Yuk, Nikmati Seoul Hanya dengan 10 Dollar!

Ingin Berlibur dengan Biaya Murah? Yuk, Nikmati Seoul Hanya dengan 10 Dollar!

Istana Gyeongbokgung

Liburan keluar negeri terkesan cukup mahal, namun bukan berarti kamu tidak dapat menikmati liburan dengan biaya minim. Khususnya Seoul yang jadi salah satu kota populer untuk dikunjungi berkat tersedianya wisata-wisata gratis. Selain itu kehadiran beragam kuliner lezat serta harmoni tradisional dan modern yang menyatu, membuat Seoul menjadi tujuan sempurna. Nggak percaya? Baca lebih lanjut untuk cari tahu bagaimana menikmati Seoul hanya dengan menghabiskan 10 dollar pada tiap wisatanya.

*Nilai tukar per Juli 2018
10USD=11.000KRW=8.5EUR

Harmoni Tradisional dan Modern Menyatu
di Insa-dong

Streetfood dan suvenir menarik di Ssamziegil, salah satu Landmark Insadong

 

Ssamziegil dan pemandangan Insa-dong


 

Insa-dong berlokasi di antara Stasiun Anguk (kereta bawah tanah Seoul jalur 3) dan Jongno 2-ga, lingkungan ini merupakan sebuah area kebudayaan di mana kehidupan tradisional dan modern menyatu dengan baik. Kamu bisa melihat jejeran toko sepanjang 700 meter yang dipenuhi dengan barang-barang kerajinan tangan, karya seni, dan suvenir. Area kebudayaan Ssamziegil yang berbentuk persegi begitu populer, setiap lantainya menawarkan pilihan dari berbagai kerajinan tangan yang unik, pakaian sekaligus toko penjual makanan ringan. 

Sulit rasanya untuk menahan godaan saat melihat deretan jajanan streetfood maupun suvenir cerah warna-warni saat melewati Insa-dong. Streetfood biasanya dijual dengan harga sekitar 2.000 sampai 3.000 won. Selain itu, barang dagangan berupa kipas, pembatas buku dan tempat pensil juga cukup populer di kalangan wisatawan. Beberapa barang di sini dapat kamu jadikan hadiah dengan harga terjangkau sekitar 3.000 won atau bahkan lebih murah.

Kebudayaan tradisional di Rumah Teh dan Museum Kimchikan

Rumah teh tradisional Insa-dong (atas) & Museum (bawah)


 


Cara unik lainnya untuk menikmati area Insa-dong adalah dengan mengunjungi rumah teh ataupun mini galeri yang berlokasi di dalam rumah tradisional Korea, Hanok. Selama menjelajahi Insa-dong, kunjungi salah satu Kafe Hanok untuk sekedar melepas penat.

Museum Kimchikan juga terletak di dekat Insa-dong, museum ini memberikanmu kesempatan untuk menyaksikan kegiatan gimjang (proses pembuatan kimchi) yang telah diakui oleh UNESCO. Museum ini terpilih pada Maret 2015 oleh Jaringan Penyiaran Amerika CNN sebagai salah satu dari 11 museum makanan terbaik di dunia. Museum Kimchikan menghadirkan pameran tentang sejarah, beberapa jenis kimchi, serta area untuk mencoba langsung cita rasa kimchi. Panduan audio juga tersedia secara cuma-cuma dalam bahasa Inggris, Japanese, dan Chinese untuk memberikanmu pemahaman dari beberapa display yang ada.

*Hanya dengan 10 dollar kamu bisa menikmati Insa-dong!
Streetfood atau suvenir 2.000 sampai 3.000 won+Kafe Hanok 4.000 won+Tiket masuk Museum Kimchikan 5.000 won

Insa-dong
•    Alamat: Area dari Insadong-gil, Jongno-gu, Seoul
•    Petunjuk arah: Stasiun Anguk (kereta bawah tanah Seoul jalur 3), pintu keluar 6. Jalan kaki sekitar 3 menit
Museum Kimchikan
•    Alamat: 35-4 , Insadong-gil, Jongno-gu, Seoul
•    Petunjuk arah: Stasiun Anguk (kereta bawah tanah Seoul jalur 3), pintu keluar 6. Jalan kaki sekitar 8 menit
•    Jam operasional: 10.00-18.00 / Tutup pada hari Senin, 1 Januari, Seollal (Tahun Baru Lunar) & Chuseok (Korean Thanksgiving) hari libur dan hari natal.
•    Tiket masuk: Dewasa 5.000 won / Remaja&Anak-anak 3.000 won / Umur 7 ke bawah 2.000 won
•    Situs web: www.kimchikan.com (Korean, English, Japanese, Chinese)

Pemandangan indah Bangunan Hanok di Jalan Samcheongdong-gil & Desa Hanok Bukchon

Desa Hanok Bukchon & Samcheong-dong


 

Samcheong-dong merupakan sebuah area yang berlokasi di sebelah timur laut dari Istana Gyeongbokgung, jalan utama dari area ini telah menjadi sebuah ikon yang mewakili jalan kebudayaan kota Seoul karena menghadirkan banyak kafe, galeri, dan restoran-restoran unik. Area ini menarik untuk dikunjungi oleh berbagai kalangan usia maupun jenis kelamin, dengan kehadiran wisata spesial seperti Museum Perhiasan Dunia, Museum Owl art&Craft, dan masih banyak lagi.

Kunjungilah salah satu dari jejeran kafe pinggir jalan untuk sekedar menikmati suasana Samcheong-dong sambil menyeruput secangkir kopi hangat, kemudian nikmati pemandangan area ini yang begitu dinamis dengan duduk di sisi jendela atau teras kafe.

Selama perjalanan menunju Samcheong-dong, kamu akan menemukan Desa Hanok Bukchon sebagai sebuah lingkungan rumah tradisional Korea yang masih ada sampai sekarang. Para wisatawan diimbau untuk mengontrol suara mereka selama mengunjungi desa hanok ini sebagai bentuk rasa hormat kepada penduduk sekitar. Saat berkelana di sepanjang jalan dan gang, kamu akan menemukan banyak hal untuk dilihat, seperti pemandangan proses pembuatan kerajinan tangan serta keindahan museum dengan beragam tema yang bisa kamu gunakan untuk latar foto yang mengaggumkan!

*Hanya dengan 10 dollar kamu bisa menikmati Jalan Samcheongdong-gil&Desa Hanok Bukchon!
Kafe Samcheong-dong 5.000-7.000 won+Tiket masuk museum 3.000-5.000 won

Samcheong-dong
•    Alamat: Area Samcheong-ro, Jongno-gu, Seoul
•    Petunjuk arah: Stasiun Anguk (kereta bawah tanah Seoul jalur 3), pintu keluar 1. Jalan kaki sekitar 15 menit
Desa Hanok Bukchon
•    Alamat: 37, Gyedong-gil, Jongno-gu, Seoul
•    Petunjuk arah: Stasiun Anguk (kereta bawah tanah Seoul jalur 3), pintu keluar 2. Jalan kaki sekitar 10 menit

Menghadirkan Sejarah Lengkap Ibu Kota,
Museum Sejarah Seoul

Museum Sejarah Seoul

 

Museum sejarah Seoul merupakan salah satu tempat menarik yang bisa kamu kunjungi saat ingin mencari tau proses transformasi Seoul sampai akhirnya menjadi kota besar internasional. Seoul menjadi ibu kota selama 600 tahun sejak masa Dinasti Joseon (1392-1910), Seoul memiliki sejarah panjang yang bisa kamu pelajari dari penyelenggaraan pameran artefak yang dihadirkan oleh beberapa museum. Wisatawan dapat mempelajari tentang sejarah raja-raja dan Istana kerajaan pada masa Dinasti Joseon sekaligus mencari tahu pakaian dan benda yang digunakan masyarakat pada saat itu.

Kegiatan populer lainnya adalah salah satu pameran mobil tram yang pada masa lampau beroperasi mengelilingi kota pada tahun 1930-1968. Selain itu keberadaan patung mobil dan manusia dengan pakaian tradisional seakan menghadirkan kembali suasana masa lampau. Museum ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat digunakan wisatawan internasional, salah satunya adalah pemandu audio dalam bahasa asing yang tersedia dalam bahasa Korea, Inggris, Jepang, China. Sementara itu, pengunjung juga dapat mempelajari pameran dengan menggunakan aplikasi yang dapat diunduh pada smartphone mereka.

Istana tersembunyi di dalam Kota, Istana Gyeonghuigung

Istana Gyeonghuigung

Saat selesai mengunjungi Museum Sejarah Seoul, jalan keluar museum tersebut akan membawamu menuju Istana Gyeonghuigung. Istana ini digunakan pada akhir periode Dinasti Joseon sebagai istana kedua. Pada masa lampau, Istana Gyeonghuigung memiliki sekitar 100 bangunan, yang terbagi menjadi bangunan kecil dan besar, namun sebagian besar bangunan tersebut hancur karena berbagai sebab. Ukuran istana ini hampir berkurang setengahnya. Akhir-akhir ini, sebagian besar bangunan telah diperbaiki oleh pemerintah kota pun telah dibuka untuk umum. Jika dibandingkan dengan istana kerajaan lainnya, Istana Gyeonghuigung cenderung lebih kecil, namun istana ini selalu berkembang berkat proses renovasi yang dilakukan pemerintah Korea.

*Menjelajahi Museum Sejarah Seoul & Istana Gyeonghuigung tidak dipungut biaya

Museum Sejarah Seoul
•    Alamat: 55, Saemunan-ro, Jongno-gu, Seoul
•    Petunjuk arah: Stasiun Gwanghwamun (kereta bawah tanah Seoul jalur 5), pintu keluar 7. Jalan kaki sekitar 10 menit
•    Jam operasional: Hari kerja 09.00-20.00, akhir pekan dan hari libur 09.00-19.00 (November-Februari 09.00-18.00) / Tutup hari Senin dan 1 Januari
•    Biaya masuk: Gratis
•    Situs web: www.museum.seoul.kr (Korean, English, Japanese, Chinese)
Istana Gyeonghuigung
•    Alamat: 1-2, Sinmunro 2-ga, Jongno-gu, Seoul
•    Petunjuk arah: Stasiun Gwanghwamun (kereta bawah tanah Seoul jalur 5), pintu keluar 7. Jalan kaki sekitar 10 menit
•    Jam operasional: 09.00-18.00 / Tutup hari Senin dan 1 Januari
•    Biaya masuk: Gratis

Harmoni Kehidupan Tradisional dan Modern,
Istana Gyeongbokgung & Pasar Tongin

Simbol dari Joseon Royalty, Istana Gyeongbokgung

 

Pemandangan Istana Gyeongbokgung


 

Istana Gyeongbokgung merupakan sebuah simbol dari Era Joseon yang terdapat di jantung kota. Istana ini memiliki beberapa bangunan yang sangat indah, salah satunya adalah Geunjeongjeon Hall yang menjadi lokasi raja melakukan urusan-urusan istana, serta Paviliun Gyeonghoeru sebagai paviliun terbuka yang mengapung indah di atas kolam teratai buatan. Nikmati juga kegiatan jalan santai di sekitar istana sambil mengunjungi beberapa bangunan menarik lainnya.

Membeli hidangan favorit menggunakan mata uang kuno di Kafe Dosirak, Pasar Tongin

Yeopjeon dan hidangan kuliner di Pasar Tongin

Pasar Tongin merupakan pasar tradisional populer yang berlokasi tepat di sebelah Istana Gyeongbokgung. Pengunjung pasar nampaknya harus mencoba sajian dari kafe dosirak! Kafe ini menawarkan kegiatan unik dan menyenangkan, kamu dapat menukar uang tunai dengan yeopjeon (uang kuno pada masa lalu) kemudian menggunakan uang kuno tersebut sebagai alat tukar pembelian makanan di stan-stan kuliner yang tersedia, setelah itu makanan tersebut dapat langsung kamu letakkan pada dosirak (nampan makanan) yang telah kamu bawa sebelumnya.

Kafe dosirak berlokasi di tengah-tengah jejeran toko yang ada pada gang pasar ini. Hanya dengan mengeluarkan 5.000 won, kamu akan mendapatkan 10 yeopjeon dan sebuah nampan dosirak untuk diisi. Gunakan waktumu untuk berjalan menjelajahi pasar ini sambil melihat-lihat stan kuliner untuk membeli sajian makanan menggunakan yeopjeon! Yeopjeon kamu habis? Jangan khawatir, kamu dapat membeli sajian di pasar ini menggunakan uang tunai. Setelah mengisi nampan dosirak dengan berbagai makanan, kamu dapat kembali ke kafe dosirak untuk menyantap sajian tersebut. Kafe ini memiliki sumpit, sendok, dan garpu untuk digunakan, tersedia juga sup dan nasi sebagai makanan pelengkap!

*Hanya dengan 10 dollar kamu bisa menikmati Istana Gyeongbokgung & Pasar Tongin!
Tiket masuk Istana Gyeongbokgung 3.000 won+Dosirak di Pasar Tongin 5.000 won+tambahan minuman dan makanan di pasar tongin 2.000-3.000 won

Istana Gyeongbokgung
Alamat: 161, Sajik-ro, Jongno-gu, Seoul
Petunjuk arah: Stasiun Gyeongbokgung (kereta bawah tanah seoul jalur 3), pintu keluar 5. Jalan kaki sekitar 2 menit.
Jam operasional: Maret-Mei, September-Oktober 09.00-18.00, Juni-Agustus 09.00-18.30, November-Februari 09.00-17.00 (masuk terakhir satu jam sebelum tutup) / tutup hari Selasa
Biaya masuk: Dewasa 3.000 won / Remaja & Anak-anak 1.500 won
*Gratis biaya masuk jika menggunakan Hanbok dan Rabu terakhir setiap bulannya
Situs web: www.royalpalace.go.kr (Korean, English)

Pasar Tongin
Alamat: 18, Jahamun-ro 15-gil, Jongno-gu, Seoul
Petunjuk arah: Stasiun Gyeongbokgung (kereta bawah tanah Seoul jalur 3), pintu keluar 2. Jalan kaki sekitar 10 menit.
Jam operasional:  09.00-22.00 / tutup pada hari minggu ketiga setiap bulannya
Jam operasional Kafe Dosirak: 11.00-17.00 (Yeopjeon dijual sampai pukul 16.00, tutup pada hari Senin dan hari Minggu ketiga setiap bulannya)

Nikmati Waktu Istirahat Spesial
di Taman Olympic

 

Taman Olympic


Sejak Olimpiade Musim Panas Seoul tahun 1988 sampai sekarang, taman ini digunakan sebagai lokasi diselenggarakannya kejuaraan olahraga maupun berbagai konser. Taman ini juga merupakan rumah bagi lebih dari 200 patung buatan seniman internasional. Tak hanya itu, Taman Olympic merupakan situs Benteng Mongchontoseong, peninggalan masa Baekje (18 SM-660 M).

Saat mengunjungi taman ini, kamu disarankan mengunjungi pusat informasi untuk mendapatkan sebuah peta secara gratis. Peta ini berfungsi untuk memilih bagian taman yang ingin kita jelajahi, sekaligus mencari cara terbaik untuk mencapai tempat tersebut. Terdapat dua pusat informasi yang berlokasi di dua sisi ujung taman ini, yaitu di Meeting Plaza dan Peace Plaza. Setelah mendapatkan peta tersebut, pastikan untuk mengunjungi wisata utama taman ini seperti Benteng Mongchontoseong, Wild Flower Garden, Rose Garden, dan One Tree Hill.

Berjalan mengelilingi Taman Olympic akan menghabiskan waktu sekitar dua sampai tiga jam. Untuk mendapatkan cara yang lebih menyenangkan selama berkeliling, cobalah untuk menyewa sebuah sepeda. Pengunjung dapat menyewa beberapa jenis sepeda untuk dua, tiga, bahkan 6 orang. Biaya penyewaan tergantung dari jenis sepeda dan waktu penyewaan, misalnya biaya sepeda untuk satu jam pada akhir pekan dan hari libur nasional adalah sebagai berikut: jenis sepeda untuk dua orang 8.000 won, jenis sepeda untuk tiga orang 15.000 won, dan jenis sepeda untuk enam orang 25.000 won.

*Hanya dengan 10 dollar kamu bisa menikmati Taman Olympic!
Penyewaan sepeda selama satu jam untuk dua orang 8.000 won (4.000 won per orang)

Taman Olympic
•    Alamat: 424, Olympic-ro, Songpa-gu, Seoul
•    Petunjuk arah: Stasiun Olympic Park (kereta bawah tanah Seoul jalur 5), pintu keluar 3 / Stasiun Mongchontoseong (Kereta bawah tanah Seoul jalur 8), pintu keluar 1.
•    Jam operasional: 05.00-22.00 (Area Plaza pukul 24.00) / Buka sepanjang tahun
•    Situs web: www.olympicpark.co.kr (Korean, English)

 

 


Informasi lebih lanjut
•    Situs web Visit Seoul:
www.visitseoul.net (Korean, English, Japanese, Chinese)
•    1330 Korea Travel Hotline: +82-2-1330 (Korean, English, Japanese, Chinese, Russian, Vietnamese)


*Kolom ini terakhir diperbarui pada Juli 2018, karena itu informasi yang ada mungkin dapat berbeda. Kami merekomendasikan untuk mengunjungi situs web resmi sebelum mengunjungi taman ini


 


 
 

Share This Article

Related Post