Lawan Udara Musim Panas dengan Menikmati Hidangan yang Menyegarkan!

Lawan Udara Musim Panas dengan Menikmati Hidangan yang Menyegarkan!

Bingsu

Musim panas di Korea berada di puncaknya pada pertengahan bulan Juni, fase ini sesekali membawa cuaca dingin serta hujan deras. Saat suhu udara mulai naik, orang-orang mulai meredam rasa panas mereka dengan berkunjung ke pantai, kolam renang, kafe atau mall yang memiliki pendingin udara. Untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan mendapatkan kesejukan selama musim panas, hal itu tergantung pada sajian yang kamu konsumsi. Kebanyakan orang Korea melawan suhu panas dan mengatasi kelelahan pada musim panas dengan mengonsumsi sajian dingin maupun panas yang menyehatkan berkat komposisi yang ada pada sajian tersebut. Yuk, baca lebih lanjut artikel ini untuk tahu sajian apa saja yang bisa mengembalikan kekuatan serta memberikan kesegaran!

Makanan yang Memberikan Energi

Samgyetang

Suhu musim panas di Korea mencapai puncaknya sekitar awal Juli hingga pertengahan Agustus. Periode ini biasa dikenal dengan sebutan “Sambok Deowi” atau “The Heat of Sambok”. Sambok mengacu pada hari-hari panas di Korea menurut kalender lunar dan selanjutnya dikategorikan berdasarkan periode, seperti pada periode awal biasa disebut “Chobok”, periode pertengahan disebut “Jungbok”, serta “Malbok” merupakan periode akhir musim panas. Kebanyakan orang Korea mengonsumsi sajian panas yang bernutrisi selama musim panas berlangsung, karena terbiasa dengan istilah “Yi yeol chi yeol” (melawan api dengan api).

Karena Samgyetang (Sup ayam ginseng) dibuat dengan bahan yang bernutrisi, makanan ini dianggap dapat memullihkan kelelahan. Hidangan ini dibuat dengan bahan utama ayam muda utuh, kemudian mengisi ayam tersebut dengan nasi, jujube, bawang putih, ginseng, dan bumbu lain. Bahan-bahan tersebut kemudian direbus bersamaan, kemudian disajikan dengan kuah kaldu yang lezat.

Jjimdak

Hal yang tak bisa dilupakan begitu saja saat membicarakan sajian musim panas adalah dengan menikmati salah satu hidangan ayam yang lezat, apa lagi kalau bukan Jjimdak. Sajian ini merupakan penggabungan antara ayam, cabai, jamur, wortel, dan sayuran lainnya bersamaan dengan glass noodles (semacam bihun)  yang disajikan gurih dengan rasa manis pedas. Jjimdak memiliki karakter sajian yang pedas, maka dari itu sajian ini biasanya dinikmati dengan makanan pendamping seperti dongchimi (kimchi lobak air) yang dapat menetralisir rasa pedas. Jika kamu berada di restoran yang juga menjual kerak nasi, kamu bisa memesan sajian tersebut dan menikmati tekstur renyah kerak nasi bersamaan dengan saus jjimdak yang tersisa.

Sajian Mie Dingin

Naengmyeon

Naengmyeon merupakan sebuah sajian mie gandum dan menjadi salah satu hidangan musim panas yang paling disukai. Anehnya, hidangan ini pertama kali muncul sebagai kuliner musiman yang hanya hadir pada musim dingin di Korea Utara. Gaya sajian mie khas Korea Utara seperti Pyeongyang Naengmyeon dan Hamheung Naengmyeon sekarang terkenal di seluruh penjuru negeri dan dapat ditemukan di hampir semua lokasi. Perbedaan terbesar antara Pyeongyang Naengmyeon (Mul Naengmyeon) dan Hamheung Naengmyeon (Bibim Naengmyeon) adalah dari cara penyajiannya, Pyeongyang disajikan dengan kuah dingin, sementara Hamheung disajikan dengan saus merah pedas. Naengmyeon biasanya disajikan dengan irisan daging sapi, telur rebus, mentimun, dan pir. Karena popularitas dari Pyeongyang Naengmyeon akhir-akhir ini, jumlah orang-orang yang lebih menyukai rasa kaldu ringan namun tetap gurih terus meningkat.

Naeng Kongguksu

Rekomendasi sajian lainnya untuk mereka yang mungkin telah kehilangan nafsu makan karena udara musim panas adalah Naeng Kongguksu, yaitu sup mie dengan kuah kedelai yang dingin. Sup ini dibuat dengan cara merendam kedelai dengan air dingin kemudian menggilingnya dengan alat yang terbuat dari batu. Sajian mie ini biasanya ditambahkan dengan potongan mentimun, telur rebus, dan tomat. Untuk tambahan rasa, kamu bisa menambahkan sedikit gula atau garam. Makanan penuh protein nan gurih ini dapat menyegarkan kamu pada udara musim panas yang lembab.

Chogye Guksu

Chogye Guksu merupakan sajian mie dingin yang dibuat dengan kaldu ayam dan tambahan cuka, vinegar juga ditambahkan sampai pada akhirnya dicampur dengan mie dan potongan tipis ayam. Nama hidangan ini datang dari bahasa Korea “vinegar” dan “ayam” yaitu “cho” dan “gye”. Chogye Guksu ini awalnya merupakan hidangan musim dingin spesial yang disajikan di Hamgyeong-do dan Pyeongan-do, Korea Utara. Akhir-akhir ini, Chogye Guksu merupakan sajian musim panas yang dinikmati oleh orang-orang di seluruh Korea. Terbuat dari ayam tanpa lemak, bumbu pilihan, mie, dan sayuran segar. Chogye Guksu menawarkan rasa yang sederhana namun dengan rasa yang kuat serta bau yang khas.

Memil guksu 

Kuliner populer lainnya di Korea adalah hidangan Memil guksu (Mie soba) yang disajikan dingin seperti Makguksu atau panas seperti Jangguksu. Pada musim panas, mie soba yang paling terkenal adalah memilmakguksu, sajian mie ini diletakan di atas kuah kaldu kimchi yang berisi mentimun, kimchi, sayuran, daging, dan pasta merah pedas. Sajian favorit lainnya adalah memil soba yang disajikan dengan kuah kaldu kedelai yang dibumbui dengan lobak tanah, daun bawang, serta lobak pedas.

Banyak orang telah mengenal soba, yaitu sebutan mie di Jepang untuk mie gandum, namun terdapat perbedaan dari Memil Guksu dengan Soba berdasarkan cara pembuatannya dan cara mengonsumsinya. Kaldu yang dibuat untuk memil guksu sebagian besar dibuat dari ikan teri kering, sedangkan kaldu dari mie soba terbuat dari serpihan bonito kering.

Hidangan Dingin di Musim Panas

Di Korea, salah satu makanan penutup yang populer tidak lain adalah Bingsu. Bingsu adalah makanan penutup yang terbuat dari es serut dan biasanya memiliki toping seperti kacang merah, buah-buahan, potongan kue beras, susu kental manis, es krim, dan sirup. Sementara pat bingsu yang asli (es serut dengan kacang merah) masih dinikmati, namun sajian bingsu seperti bingsu buah-buahan, bingsu mangga, bingsu greentea, dan bingsu menjadi cukup terkenal saat ini. Pada musim panas, Korea menjadi surganya bagi pecinta bingsu, beberapa tempat seperti kafe, toko roti, dan restoran cepat saji menyajikan berbagai jenis sajian bingsu yang menyegarkan!

*Kolom ini terakhir diperbarui pada Juni 2018, karena itu informasi yang ada mungkin dapat berbeda.

Share This Article

Related Post