Mr. Sunshine, Perjalanan Waktu yang Dilalui Eugene

Mr. Sunshine, Perjalanan Waktu yang Dilalui Eugene

Poster Drama Mr. Sunshine (Credit: Hwa&dam Pictures)

Latar dari serial drama Mr. Sunshine berada pada awal abad ke-20 Hanseong (awal nama dari Seoul). Karakter utamanya adalah Yu-jin atau Eugene yang lahir sebagai seorang pelayan, lalu dia berhasil melarikan diri ke Amerika sebagai seorang anak laki-laki yang kemudian tumbuh menjadi seorang Perwira Angkatan Laut Amerika Serikat. Di sisi lain, terdapat karakter Ae-sin yang menjadi anak perempuan termuda dari seorang bangsawan, Ae-sin secara sukarela mejadi pelayan di milisi.

Masa kecil Eugene begitu brutal, lahir sebagai anak laki-laki dari seorang pelayan pada masa Dinasti Joseon, tak peduli seberapa pun dia mencoba, dia tidak bisa hidup sesuai keinginannya. Di usianya yang masih muda, kedua orang tuanya dibunuh oleh keluarga yang mereka layani, lalu dia melarikan diri dari chuno (pemburu budak pada masa Dinasti Joseon), kemudian bertemu dengan orang asing bermata biru yang selanjutnya membawa Eugene ke Amerika. Kesulitan datang silih berganti, mulai dari rasisme, hingga kemiskinan, namun Eugene tidak menyerah begitu saja, kerja keras membawanya menjadi seorang perwira angkatan laut Amerika Serikat. Dengan mengunjungi lokasi syuting serial drama ini, kamu dapat mengintip petualangan hidup Eugene dan merasakan saat-saat setelah dia kembali ke Korea pada masa Dinasti Joseon.

Rumah Masa Kecil Eugene, Choi Champandaek

 

Rumah dari Choi Champan


 

Choi Champandaek (rumah dari Choi Champan) berlokasi di Hadong-gun, pada serial drama Mr. Shunshine, rumah ini menjadi lokasi tempat tinggal Eugene dan orang tuanya yang pada saat itu menjadi seorang pelayan.

 

Pemandangan yang terlihat dari Choi Champandaek

Choi Champandaek merupakan rumah tradisional yang dibangun sesuai bentuk yang ada pada novel populer “Toji” (The Land). Alur cerita Toji berada di seputar kehidupan rumah tangga Choi yang mampu memberikan gambaran dari sejarah modern Korea. Setelah itu, cerita novel tersebut diangkat menjadi sebuah serial drama. Mengunjungi arsitektur sejarah modern Korea dapat menjadi cara terbaik untuk mempelajari Korea lebih jauh.

Alamat: Pyeongsa-ri, Agyang-myeon, Hadong-gun, Gyeongsangnam-do
Petunjuk arah: Gunakan taksi menuju Terminal Bus antarkota Hwagae sekitar 15 menit
Jam operasional: 09.00-18.00
Tarif: Dewasa 2.000 won / Remaja 1.500 won / Lanjut usia (usia 65 tahun ke atas) gratis
Pertanyaan: +82-55-880-2960 (Korean only)

Tempat Sempurna untuk Meditasi, Danau Dongjeongho

 

Danau Dongjeongho

Setelah mengunjungi Choi Champandaek, cobalah untuk melihat pemandangan cantik dari Danau Dongjeongho, yaitu sebuah tempat sempurna untuk melakukan meditasi. Sekelompok katak kerap menjadikan area ini sebagai rumah mereka, maka dari itu kamu akan merasa lebih dekat dengan alam saat merasakan udara sejuk sambil mendengar suara sekelompok katak yang seakan bernyanyi di sekitar Danau Dongjeongho.

Alamat: 305-2, Pyeongsa-ri, Agyang-myeon, Hadong-gun, Gyeongsangnam-do
Petunjuk arah: Gunakan taksi dari Terminal Bus Antarkota Hwagae sekitar 15 menit

Lokasi Hutan Tempat Eugene Melarikan Diri,
Hutan Samneungsup Gyeongju

 

Eugene berlari di Hutan Samneungsup (Credit: Hwa&dam Pictures)

Setelah kehilangan kedua orang tuanya, Eugene muda melarikan diri dari Chuno. Hutan Samneungsup yang berlokasi di Gunung Namsan Gyeongju merupakan sebuah hutan tempat Eugene kecil melarikan diri dengan perasaan ketakutan, scene ini muncul pada pembukaan serial drama dengan begitu memukau. Hutan ini menghadirkan suasana misterius dengan pemandangan unik cahaya matahari dari celah pohon pinus yang bergelombang.

Hutan Samneungsup Gyeongju (Credit: Institusi riset Gunung Namsan di Gyeongju, Korea)


 

Hutan Samneungseup dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 2 menit dari area parkir Gunung Seonamsan, pengunjung akan terpana dengan pemandangan hutan ini. Batang pohon pinus yang bergelombang seakan menampilkan karya seni dari sumukhwa (lukisan tinta tradisional Korea). Di sisi lain pohon pinus, terdapat pemakaman kerajaan Shilla dengan ketiga makam rajanya seperti yang ditampilkan oleh Samneung (tiga gundukan pemakaman). Sebelum serial drama melakukan proses syuting di hutan ini, banyak wisatawan yang mengunjungi area hutan untuk melihat pemandangan sinar matahari yang masuk di sela-sela pepohonan, lalu, hutan ini menjadi begitu terkenal sampai ke mancanegara saat musisi rok terkenal dari Inggris, Elton John membeli hasil foto hutan ini yang diambil oleh seorang fotografer, Bae Bien-u.

Alamat: Bae-dong, Gyeongju-si, Gyeongsangbuk-do
Petunjuk arah: Gunakan taksi menuju area parkir Seonamsan dari Stasiun Shingyeongju sekitar 25 menit
Jam operasional: 06.00-18.00 (Waktu kunjungan Gunung Namsan, kunjungan malam dilarang)
Pertanyaan: +82-54-779-6394 (Korean only)

Gedung Kedutaan Amerika Serikat, House of Unbo

 

House of Unbo, Lokasi Syuting sebagai latar kedutaan Amerika Serikat


 

Pada serial drama ini, House of Unbo menjadi sebuah kantor kedutaan Amerika Serikat di mana Eugene bekerja pada masa Kerajaan Joseon. Berdasarkan sejarah, lokasi asli dari kedutaan Amerika Serikat pada masa itu berada di Jeongdong, Jung-gu, Seoul, namun, untuk menampilkan arsitektur tahun 1900-an yang luar biasa, House of Unbo dipilih menjadi lokasi syuting pada serial drama ini.

Terdapat banyak adegan dilakukan di area ini, seperti saat Eugene bersatu kembali dengan Ae-sin, saat dia menikmati secangkir kopi, dan masih banyak lagi. Tempat ini juga menjadi tempat di mana Eugene dan Ae-sin pertama kali mengungkapkan identitas diri mereka masing-masing.

Museum Seni Unbo dan Taman Patung


 

House of Unbo merupakan rumah dari seniman Kim Ki-chang yang menjadikan Unbo sebagai nama samarannya. Karya seni dari Kim Ki-chang begitu terkenal di Korea, hal ini juga karena dia merupakan seorang seniman yang mendesain potret Raja Sejong pada uang 10.000 won. Sesaat setelah melewati House of Unbo, kamu akan melihat Unbo Art Museum dan Unbo Sculpture Park, di sini pengunjung dapat melihat beragam karya seni dari Kim Ki-chang.

Alamat: 92-41, Hyeongdong 2-gil Naesu-eup, Cheongwon-gu, Cheongju-si, Chungcheongbuk-do
Petunjuk arah: Gunakan taksi dari Terminal Bus Antarkota Cheongju sekitar 35 menit
Jam operasional: 09.30-17.30 (Tutup hari Senin)
Tiket masuk: Dewasa 6.000 won / Pelajar dan usia lanjut (usia 65 tahun ke atas) 5.000 won / Anak-anak 4.000 won
Pertanyaan: +82-43-213-0570 (Korean only)

Menulis Ulang Takdir Eugene, Paviliun Manhyujeong

 

Eugene dan Ae-shin bertemu di depan Paviliun Manhuejeong (Credit: Hwa&dam Pictures)

Paviliun Manhyujeong merupakan sebuah lokasi di mana Eugene muda bertemu dengan misionaris bermata biru berkebangsaan Amerika. Saat itu dia sedang membeli tembikar, kemudian sang penjual memintanya untuk membawa Eugene pergi ke Amerika bersamanya. Saat Eugene kembali, dia mengunjungi sang penjual yang mengubah hidupnya.

Paviliun Manhyujeong

Paviliun  Manhyujeong dibangun pada masa Dinasti Joseon, lokasinya terbilang lebih jauh jika ingin menuju ke pedesaaan. Nama dari paviliun ini mengandung arti “untuk beristirahat” yang kemudian dijadikan sebagai rumah bagi pegawai negeri sipil Kim Gye-haeng pada masa Dinasti Joseon. Siapkan waktu sejenak untuk bersantai dalam suasana alam yang asri di Paviliun Manhyujeong.

Alamat: 42, Mukgyehari-gil, Giran-myeon, Andong-si, Gyeongsangbuk-do
Petunjuk arah: Gunakan taksi dari Terminal Bus Andong sekitar 35 menit
Pertanyaan: +82-54-856-3013 (Korean only)

Informasi selengkapnya

1330 Korea Travel Hotline:
+82-2-1330 (Korean, English, Japanese, Chinese, Russian, Vietnamese, Thai, Malay)


*Kolom ini terakhir diperbarui pada September 2018, maka dari itu informasi yang ditampilkan dapat berbeda. Kami menyarankan untuk memeriksa langsung ke situs resmi.


 

Share This Article

Related Post