Pintu Masuk Baru Menuju Istana Gyeongbokgung Telah Dibuka untuk Umum, Gerbang Yongchumun!

Pintu Masuk Baru Menuju Istana Gyeongbokgung Telah Dibuka untuk Umum, Gerbang Yongchumun!

Foto: Gerbang Yongchumun di Istana Gyeongbokgun
(Credit: Kantor Administrasi Warisan Budaya Istana Gyeongbokgung)

Pintu masuk baru menuju Istana Gyeongbokgung , yakni Gerbang Yongchumun (gerbang barat) telah dibuka pada 6 Desember 2018.

Gerbang Yongchumun biasa digunakan untuk keluar masuk pejabat sipil dan militer selama periode Dinasti Joseon. Gerbang ini kemudian dihancurkan dengan cara dibakar saat invasi Jepang pada 1592, namun dibangun kembali atas permintaan Heungseon Daewongun (Ayah dari Raja Gojong) selama Periode Gojong.

Saat ini pengunjung dapat memasuki Istana Gyeongbokgung melalui 4 gerbang, salah satunya melalui Gerbang Yongchumun di sisi barat, Gerbang Gwanghwamun di sisi selatan, Gerbang Sinmumun di sisi utara, dan Gerbang Museum Nasional Korea di sisi timur. Tiket masuk dan jam operasional untuk Gerbang Yongchumun sama seperti operasional gerbang lainnya, namun tiket hanya dapat dibeli melalui loket yang ada di dekat Gerbang Yongchumun.


Informasi selengkapnya
Pintu Masuk Baru Menuju Istana Gyeongbokgung Telah Dibuka untuk Umum, Gerbang Yongchumun!

Alamat: 1-85, Sejong-ro, Jongno-gu, Seoul
Jam operasional:
Januari – Februari >> 09.00-17.00 (Masuk terakhir pukul 16.00)
Maret – Mei >> 09.00-18.00 (Masuk terakhir pukul 17.00)
Juni – Agustus >> 09.00-18.30 (Masuk terakhir pukul 17.30)
September – Oktober >> 09.00-18.00 (Masuk terakhir pukul 17.00)
November – Desember >> 09.00-17.00 (Masuk terakhir pukul 16.00)
(Waktu operasional dapat berubah sewaktu-waktu)
Petunjuk arah: Stasiun Gyeongbokgung (Kereta bawah tanah Seoul jalur 3), pintu keluar 5. Berjalan kaki sekitar 5 menit
Tiket masuk: Dewasa 3.000 won / Anak-anak 1.500 won (Harga untuk wisatawan asing)
Situs web: www.royalpalace.go.kr (Korean, English)
Telepon: +82-2-3700-3904~5 (Korean, English, Japanese, Chinese)
1330 Korea Travel Hotline: +82-2-1330 (Korean, English, Japanese, Chinese, Russian, Vietnamese, Thai, Malay)


Informasi bersumber dari Kantor Administrasi Warisan Budaya Istana Gyeongbokgung



 

Share This Article

Related Post